[Book Review] Salvation of a Saint by Keigo Higashino

Review Buku Salvation of a Saint karya Keigo Higashino
Salvation of a Saint
(Dosa Malaikat)
karya Keigo Higashino
Detective Galileo Series
978-602-06-5037-1
352 hlm.
Diterbitkan oleh GPU
Cetakan ke-16, Agustus 2025
4/5🌟

Blurb

Seorang lelaki ditemukan tewas di rumahnya akibat kopi beracun. Istrinya memiliki motif kuat sebagai tersangka setelah dia dicampakkan oleh sang suami. Masalahnya, pada hari pembunuhan, wanita itu berada ribuan kilometer dari tempat kejadian. Detektif Kusanagi dan Detektif Utsumi Kaoru yang menyelidiki kasus ini memiliki opini bertentangan soal siapa pelakunya. Namun, Utsumi merasa Kusanagi terlalu berempati terhadap istri korban dan itu membuat penilaiannya kabur.

Karena itu, Utsumi meminta Profesor Manabu Yukawa untuk membantu kepolisian, sekaligus meluruskan logika Kusanagi. Tapi bahkan ilmuwan genius yang dijuluki Detektif Galileo itu kebingungan. Tidak mungkin seseorang memasukkan racun ke kopi dari jarak jauh, bukan? Di sinilah kecerdasan sang profesor diuji. Dia harus menguak trik bagaimana racun itu muncul pada waktu yang tepat, di tempat yang sempurna, dan yang terpenting, tidak salah sasaran. 

Review

Salvation of a Saint—menghadirkan penyelidikan sulit karena ketidakmungkinan, tapi ditutup dengan label Kejahatan Sempurna!

Seharusnya ulasan ini di-posting sebelum tahun 2026. Namun, apalah daya ya kesibukan menyita waktu menulis. Pas senggang, alih-alih langsung menulis, aku malah milih tidur wkwk.

Jadi, meskipun agak sedikit telat, Mithaza Journal mengucapkan Selamat Tahun Baru 2026 ya!

Nah, sekali lagi Mithaza Journal kembali membawa review buku Keigo Higashino. Dan bisa jadi review buku selanjutnya masih bukunya abah Keigo karena saat menulis ulasan ini, aku sedang membaca Silent Parade / Parade Senyap 😄

Gapapalah ya, mari kita babat habis semua karya Keigo Higashino itu 🔥

Sekilas Isi Buku

Berkisah tentang pasangan suami-istri, Yoshitaka dan Ayane. Kehidupan pernikahan mereka selama setahun tampak baik-baik saja. Yoshitaka sebagai suami pun memperlakukan Ayane dengan baik. Begitu pun sebaliknya.

Namun, ada kesepakatan dalam pernikahan mereka. Jika dalam rentang satu tahun pernikahan Ayane tidak dapat memberikan Yoshitaka keturunan, maka mereka harus berpisah. Dari situlah Ayane sudah membulatkan tekad untuk membunuh suaminya.

Sebelum ia berpisah, Ayane memutuskan pulang kampung ke Hokkaido. Sementara ia pergi meninggalkan Yoshitaka, sang suami justru ditemukan tewas keracunan kopi yang diminumnya.

Kalau bahas kematian karena keracunan kopi, aku jadi teringat 2 kasus serupa. Pertama, di anime/manga Detective Conan. Kedua, kasus yang beneran terjadi di dunia nyata alias kasus Mirna tahun 2016 itu loh. 

Dibuka dengan Kasus Kematian Akibat Kopi!

Sekali lagi pembaca sudah dikasih tau siapa pelakunya sejak awal. Agak sedikit mirip dengan Kesetiaan Mr. X atau The Devotion of Suspect X. Bedanya, di novel Salvation of a Saint pihak kepolisian tuh lumayan cepat mengungkap pelakunya.

Tapi di situlah bagian tersulit.

Baca juga: [Book Review] The Devotion of Suspect X - Keigo Higashino

Karena justru pelakunya sedang pulang kampung ke Hokkaido. Pertanyaan besar: Gimana caranya melakukan pembunuhan sementara pelakunya berada ribuan kilometer dari TKP?

Pelakunya jelas.

Motif juga jelas.

Yang menjadi misteri besar adalah How to do it?

Karena kepolisian tidak bisa menangkap pelaku tanpa bukti. 

Trik Rumit yang Bikin Prof. Yukawa Bingung

Baru di buku ini bisa melihat seorang Prof. Manabu Yukawa sakit kepala wkwk. Bayangkan apa kabar tim kepolisian kalau sang detektif Galileo aja tidak bisa memecahkan misterinya.

Belum lagi kasus di buku ini tuh juga menyentil nurani Kusanagi, yang kekeh Ayane bukan pelaku. Empatinya Kusanagi bikin penilaiannya kurang objektif sehingga pendapatnya sering besebrangan dengan juniornya, Utsumi Kaoru. Bikin tambah seru karena main perasaan juga! XD

Tapi Kusanagi tetap keren, kok. Dia tetap bekerja secara profesional. Bahkan, Yukawa juga menganggapnya demikian. Jujur deh, di setiap serial Galileo, aku selalu suka interaksi Kusanagi dan Yukawa.

Sebagai pembaca, kita dituntut harus sabar banget nih sama kasusnya! Karena penyelidikannya termasuk rumit, aku sendiri sebenernya ikut capek dalam mengikuti perkembangan ceritanya. Tapi rasa capeknya nanti terbayar deh sama plot twistnya. 

Plot Twist yang Menguak Masa Lalu

Tidak cukup diceraikan dengan alasan tidak bisa kasih keturunan, ternyata masih ada alasan lain mengapa Ayane tega membunuh suaminya sendiri.

Kalau kamu baca buku ini, pemikiran sang suami aka Yoshitaka memang jahat sih. Terutama untuk kaum perempuan. Terlepas dia pria yang bisa nge-treat wanita dengan baik dan penuh perhatian, hati dan mindset-nya ternyata jelek. 

Semoga kita para kaum Hawa dijauhkan dari lelaki berpikiran seperti ini :') 

Isu Sosial yang Menyinggung Peran Wanita

Nah, menyambung dari paragraf sebelumnya, Keigo Higashino memasukkan isu sosial di dalam novel Salvation of A Saint yang berkaitan dengan 'peran' wanita/istri di mata laki-laki.

Di mana wanita hanyalah sebuah 'alat' untuk menghasilkan keturunan dan nggak berarti apa-apa kalau tidak bisa hamil dan melahirkan. Ini sakit banget! 😖

Bahkan di realita, selain ada lelaki yang punya pemikiran begini, ada juga anggota keluarga dari laki-laki yang serupa. Beberapa kali aku pernah baca berita tentang mertua yang marah dan nyuruh anak laki-laki mereka nikah lagi karena menantu perempuan tidak bisa cepat kasih cucu untuk mereka. 

Eksekusi dan Trik Pembunuhan Cerdas, Kok Bisa Keigo Kepikiran?

Bab ketika Yukawa berhasil menguak cara pembunuhan ini sukses bikin menganga. Wah, ini bagian yang sama sekali nggak boleh dibocorkan di ulasan ini dan harus kamu rasain sendiri sensasinya.

Alih-alih takjub sama cara pelaku, aku lebih kepikiran kok bisa-bisanya Keigo Higashino kepikiran trik sempurna kayak ini! Bener-bener nggak ekspek! 😱 Bahkan setelah trik itu terkuak, kepolisian masih punya PR untuk cari bukti agar bisa menangkap pelaku. 

Sekali lagi dimohon agar pembaca bersabaar yaa XD

Dan lagi-lagi aku dibuat takjub dengan bukti kuat yang ditemukan. Padahal di awal-awal tuh kayak receh banget, tapi siapa sangka hal sereceh itulah kunci untuk bisa meringkus pelaku. Give applause to abah Keigo! 👏

Seperti yang Yukawa bilang, trik dalam kasus ini adalah: Kejahatan Sempurna

Kesimpulan dan Rekomendasi

Salvation of a Saint diberi judul Bahasa Indonesia Dosa Malaikat. Setelah menyelesaikan novel ini, aku jadi paham kenapa judul Indonya Dosa Malaikat. Agak gimanaa gitu kan... malaikat disandingkan dengan dosa tuh kayak aneh banget dan bertolak belakang. Tapi dua kata itu justru cocok menggambarkan tokoh Ayane dalam novel ini.

Buku ini recommended banget untuk dibaca. Namun harus banyak sabarnya ya, seperti yang sudah aku jelaskan di atas. Jadi, buat yang baru banget mau cicip karya Keigo Higashino, aku lebih milih kalian baca The Devotion of Suspect X dulu. Tapi secara timeline cerita, The Devotion of Suspect X tuh memang duluan sih XD

Nah, sekian review dari Salvation of a Saint karya Keigo Higashino. Buat kamu yang sudah baca atau yang baru tertarik baca buku ini, boleh banget loh tulis pendapat kamu di kolom komentar.

Terima kasih sudah membaca! ^^

Post a Comment

0 Comments