Blurb
Seorang lelaki ditemukan tewas di rumahnya akibat kopi beracun. Istrinya memiliki motif kuat sebagai tersangka setelah dia dicampakkan oleh sang suami. Masalahnya, pada hari pembunuhan, wanita itu berada ribuan kilometer dari tempat kejadian. Detektif Kusanagi dan Detektif Utsumi Kaoru yang menyelidiki kasus ini memiliki opini bertentangan soal siapa pelakunya. Namun, Utsumi merasa Kusanagi terlalu berempati terhadap istri korban dan itu membuat penilaiannya kabur.
Review
Salvation of a Saint—menghadirkan penyelidikan sulit karena ketidakmungkinan, tapi ditutup dengan label Kejahatan Sempurna!
Seharusnya ulasan ini di-posting sebelum tahun 2026. Namun, apalah daya ya kesibukan menyita waktu menulis. Pas senggang, alih-alih langsung menulis, aku malah milih tidur wkwk.
Jadi, meskipun agak sedikit telat, Mithaza Journal mengucapkan Selamat Tahun Baru 2026 ya!
Nah, sekali lagi Mithaza Journal kembali membawa review buku Keigo Higashino. Dan bisa jadi review buku selanjutnya masih bukunya abah Keigo karena saat menulis ulasan ini, aku sedang membaca Silent Parade / Parade Senyap 😄
Sekilas Isi Buku
Berkisah tentang pasangan suami-istri, Yoshitaka dan Ayane. Kehidupan pernikahan mereka selama setahun tampak baik-baik saja. Yoshitaka sebagai suami pun memperlakukan Ayane dengan baik. Begitu pun sebaliknya.
Namun, ada kesepakatan dalam pernikahan mereka. Jika dalam rentang satu tahun pernikahan Ayane tidak dapat memberikan Yoshitaka keturunan, maka mereka harus berpisah. Dari situlah Ayane sudah membulatkan tekad untuk membunuh suaminya.
Sebelum ia berpisah, Ayane memutuskan pulang kampung ke Hokkaido. Sementara ia pergi meninggalkan Yoshitaka, sang suami justru ditemukan tewas keracunan kopi yang diminumnya.
Dibuka dengan Kasus Kematian Akibat Kopi!
Sekali lagi pembaca sudah dikasih tau siapa pelakunya sejak awal. Agak sedikit mirip dengan Kesetiaan Mr. X atau The Devotion of Suspect X. Bedanya, di novel Salvation of a Saint pihak kepolisian tuh lumayan cepat mengungkap pelakunya.
Tapi di situlah bagian tersulit.
Baca juga: [Book Review] The Devotion of Suspect X - Keigo Higashino
Karena justru pelakunya sedang pulang kampung ke Hokkaido. Pertanyaan besar: Gimana caranya melakukan pembunuhan sementara pelakunya berada ribuan kilometer dari TKP?
Pelakunya jelas.
Motif juga jelas.
Yang menjadi misteri besar adalah How to do it?
Trik Rumit yang Bikin Prof. Yukawa Bingung
Baru di buku ini bisa melihat seorang Prof. Manabu Yukawa sakit kepala wkwk. Bayangkan apa kabar tim kepolisian kalau sang detektif Galileo aja tidak bisa memecahkan misterinya.
Belum lagi kasus di buku ini tuh juga menyentil nurani Kusanagi, yang kekeh Ayane bukan pelaku. Empatinya Kusanagi bikin penilaiannya kurang objektif sehingga pendapatnya sering besebrangan dengan juniornya, Utsumi Kaoru. Bikin tambah seru karena main perasaan juga! XD
Tapi Kusanagi tetap keren, kok. Dia tetap bekerja secara profesional. Bahkan, Yukawa juga menganggapnya demikian. Jujur deh, di setiap serial Galileo, aku selalu suka interaksi Kusanagi dan Yukawa.
Plot Twist yang Menguak Masa Lalu
Tidak cukup diceraikan dengan alasan tidak bisa kasih keturunan, ternyata masih ada alasan lain mengapa Ayane tega membunuh suaminya sendiri.
Kalau kamu baca buku ini, pemikiran sang suami aka Yoshitaka memang jahat sih. Terutama untuk kaum perempuan. Terlepas dia pria yang bisa nge-treat wanita dengan baik dan penuh perhatian, hati dan mindset-nya ternyata jelek.
Isu Sosial yang Menyinggung Peran Wanita
Nah, menyambung dari paragraf sebelumnya, Keigo Higashino memasukkan isu sosial di dalam novel Salvation of A Saint yang berkaitan dengan 'peran' wanita/istri di mata laki-laki.
Di mana wanita hanyalah sebuah 'alat' untuk menghasilkan keturunan dan nggak berarti apa-apa kalau tidak bisa hamil dan melahirkan. Ini sakit banget! 😖
Eksekusi dan Trik Pembunuhan Cerdas, Kok Bisa Keigo Kepikiran?
Bab ketika Yukawa berhasil menguak cara pembunuhan ini sukses bikin menganga. Wah, ini bagian yang sama sekali nggak boleh dibocorkan di ulasan ini dan harus kamu rasain sendiri sensasinya.
Alih-alih takjub sama cara pelaku, aku lebih kepikiran kok bisa-bisanya Keigo Higashino kepikiran trik sempurna kayak ini! Bener-bener nggak ekspek! 😱 Bahkan setelah trik itu terkuak, kepolisian masih punya PR untuk cari bukti agar bisa menangkap pelaku.
Sekali lagi dimohon agar pembaca bersabaar yaa XD
Dan lagi-lagi aku dibuat takjub dengan bukti kuat yang ditemukan. Padahal di awal-awal tuh kayak receh banget, tapi siapa sangka hal sereceh itulah kunci untuk bisa meringkus pelaku. Give applause to abah Keigo! 👏
Kesimpulan dan Rekomendasi
Salvation of a Saint diberi judul Bahasa Indonesia Dosa Malaikat. Setelah menyelesaikan novel ini, aku jadi paham kenapa judul Indonya Dosa Malaikat. Agak gimanaa gitu kan... malaikat disandingkan dengan dosa tuh kayak aneh banget dan bertolak belakang. Tapi dua kata itu justru cocok menggambarkan tokoh Ayane dalam novel ini.
Buku ini recommended banget untuk dibaca. Namun harus banyak sabarnya ya, seperti yang sudah aku jelaskan di atas. Jadi, buat yang baru banget mau cicip karya Keigo Higashino, aku lebih milih kalian baca The Devotion of Suspect X dulu. Tapi secara timeline cerita, The Devotion of Suspect X tuh memang duluan sih XD
Nah, sekian review dari Salvation of a Saint karya Keigo Higashino. Buat kamu yang sudah baca atau yang baru tertarik baca buku ini, boleh banget loh tulis pendapat kamu di kolom komentar.
Terima kasih sudah membaca! ^^




0 Comments
Terima kasih atas kunjungannya ^^ Jangan lupa meninggalkan komentar setelah membaca, ya. Berkomentarlah dengan bahasa yang baik dan sopan :)