[Book Review] Dompet Ayah Sepatu Ibu by J.S. Khairen

Dompet Ayah Sepatu Ibu by J.S. Khairen
Dompet Ayah Sepatu Ibu
karya J.S. Khairen
978-602-05-3022-2
216 hlm.
Diterbitkan oleh Grasindo
Cetakan ke-46, Januari 2026
4/5🌟

Blurb

Ada deras keringat ayah dan banjir tangis ibu dalam langkah kakimu hari ini.

Dunia jahat dan kau kalah? Lihat telapak tanganmu. Ayah selalu menempa tangan itu agar tak menyerah. Ibu tak henti memapah tangan itu untuk berdoa. Bangkitlah untuk melangkah. 

Ini kisah tentang ayah dan ibu, yang cintanya lahir bahkan sebelum kau lahir, yang cintanya tumbuh bahkan sebelum kau bertumbuh.

Ini kisah tentang ayah dan ibu, yang tangisnya mampu menyalakan api, yang tangisnya mampu memadamkan api.

Api paling panas menyala saat ayah dan ibu menangis kecewa. Api paling panas padam oleh tangis perjuangan ayah dan ibu. Maka, ingatlah selalu rumah.

Review

Dompet Ayah Sepatu Ibu—perjalanan hidup Zenna dan Asrul yang dibungkus dalam 200 halaman, isinya 'daging' banget! 

Novel ini adalah buku pertama yang berhasil aku tamatkan di tahun 2026 ini. HOREE! 🥳 

Selama tahun 2025 kemarin, bacaanku full CTM (Crime, Thriller, Mystery). Kayaknya aku terlalu lelah baca kasus-kasus pembunuhan wkwk, alhasil buku Silent Parade karya Keigo Higashino masih belum rampung aku baca sejak Januari 2026. 

Akhirnya di 3.3 kemarin aku checkout 2 buku yang genre-nya dirasa santai dan tipis. Salah satunya Dompet Ayah Sepatu Ibu. 

Novel Fiksi

Dan benar aja dong. Aku bisa babat habis buku ini dalam waktu 1 hari aja. Meskipun durasi bacanya cepat, tapi kisah buku ini membekas di hati 🥺 Tanpa berlama-lama mari kita bahas buku ini!

Dua Keluarga, Dua Nasib yang sama. Sandwich Gen can relate! 

Aku kan follow ig dan tiktok penulisnya sejak lama ya, tapi baru baca karya bang J.S. Khairen tuh sekarang (Maap, bang 😭), nah beberapa kali liat video di reelsnya tentang novel Dompet Ayah Sepatu Ibu tuh kisah tokoh bernama Zenna dan Asrul. 

Mulanya, aku kira mereka adik-kakak gitu, loh. Ternyata beda. Oh, aku juga nggak baca blurb bukunya ya. Jadi benar-benar nggak tau :"D 

Dompet Ayah Sepatu Ibu berkisah tentang perjalanan dua tokoh utamanya dalam memperjuangkan hidup dan mimpi mereka di tengah kondisi serba kekurangan, terutama dalam hal finansial.

Zenna dan Kesebelasan Saudaranya 

Disebut kesebelasan karena Zenna nih sebelas bersaudara. Malah anak tengah pula. 

Aku sebagai sandwich gen yang punya dua adik aja nangis, apalagi Zenna? 🥲 tapi aku cukup bisa relate karena merasakan yang namanya berkorban demi keluarga. Mengedepankan kepentingan keluarga daripada diri sendiri.

POV Zenna tuh banyak sedih dan sakitnya. Bapaknya meninggal sebelum sempat menunaikan sebuah janji, membuat Zenna harus menggantikan posisi bapak dalam menafkahi ibu dan adik-adiknya yang harus sekolah.

Anak yatim atau yang kehilangan peran ayah dalam keluarga bakal relate deh sama Zenna

Ditambah gaya penulisan bang J.S. Khairen juga bikin pembaca terhanyut dalam cerita. Tulisannya mengalir dan diksinya mudah dipahami, bikin novel ini cocok banget dibaca oleh semua kalangan usia.

Asrul dan Janji Kepada Umi 

Lalu tokoh yang satu lagi bernama Asrul. Nasibnya tidak berbeda jauh dari Zenna. Tapi saudaranya tidak sebanyak Zenna. Bapaknya masih hidup. Hanya saja bapaknya menikah lagi, sehingga Asrul dan adiknya yang selisih setahun (Isrul) harus berjuang untuk membantu menafkahi ibu dan adik bungsu mereka.

Dan di tengah perjuangan itu, Asrul dan Isrul pun punya mimpi untuk ibu mereka. Di sini aku salut banget sih, karena mimpi dan tujuan itu juga jadi pemantik semangat mereka dalam berjuang memenuhi kebutuhan hidup.

Berbeda dengan POV Zenna yang lebih banyak memberi rasa perih. POV Asrul tuh lebih banyak lucunya. Aku salut sama Asrul yang walaupun dia susah, tapi masih bisa melucu sama saudara dan teman-temannya 😭

Perjuangan, Pengorbanan, dan Prasangka baik 

Hal yang patut dicontoh dari Zenna dan Asrul adalah tekad mereka dalam melawan kerasnya kehidupan. Apapun selagi halal mereka lakukan. 

Ada pekerjaan jaga toko? Gas! 

Jadi penulis walau harus kena revisi terus? Gas!

Nyambi jualan kue? Gas!

Jadi kang kliping? Gas juga!

Nggak kebayang yang begini tuh berkorban tenaga dan waktu istirahat pastinya 🥹

Dan yang aku salut lagi bagaimana cara tokoh dalam menghadapi kesulitan. Manusia tentu punya batasan. Kita bahkan kalau udah terpojok juga bisa menyalahkan keadaan. Namun berprasangka baik ke Tuhan itu juga penting banget! 😭👍

Kemiskinan Struktural Menjadikan Kuliah Kemewahan 

Buku ini juga meletakkan isu sosial terkait kemiskinan struktural itu nyata! Kamu kira tokoh utama dalam novel ini pemalas? Engga ya! Mereka sangat-sangat berjuang untuk bisa keluar dari garis kemiskinan ini.

Bagian ini aku bikin sub-judulnya sendiri karena aku RELATE dengan Zenna dan Asrul. Mau bilang kalau aku dulu juga pejuang kerja sambil kuliah. Pagi sampai sore aku kerja full-time, sore sampai malamnya kuliah.

Alhamdulillah, kampus-kampus swasta saat ini banyak yang menyediakan kelas malam/karyawan 🥲

Bagi sebagian orang, terutama yang bisa dikuliahin orang tua mereka, kuliah mungkin cuma hal biasa. Tapi buatku, Zenna, dan Asrul… kuliah adalah kemewahan. Kami menempuhnya dengan penuh perjuangan! 🔥

Kisah perjalanan hidup yang mantap! Dikemas dalam 200 halaman! 

Aku nggak ekspek buku yang dikemas dalam 200 halaman ini memuat perjalanan hidup kedua tokoh utamanya sejak mereka masih kecil sampai tua, punya anak, punya cucu. Meskipun alurnya termasuk cepat, tapi pace-nya pas gitu. Sebagai pembaca aku nggak merasa alurnya kebuuut banget.

Oh ya, dikatakan perjalanan hidup karena novel ini diangkat dari kisah nyata orang tua penulisnya, loh 😭 bikin jadi semakin ngena karena kepikiran Zenna dan Asrul seberjuang itu untuk hidup mereka dan keluarga yang mereka sayangi 🥹

Kesimpulan dan Rekomendasi 

Overall, aku suka sama buku ini. Kamu akan paham kenapa judulnya Dompet Ayah Sepatu Ibu ketika membaca novel ini. Dompet dan Sepatu, dua objek yang melambangkan perjuangan dua tokoh utama dalam novel ini.

Perjuangan Zenna dan Asrul ngajarin aku bahwa di samping kerja keras, peran Pendidikan itu bisa bantu kita untuk berjalan ke arah kehidupan yang lebih baik. Dan tentu tidak lepas juga dari sikap tidak mudah menyerah dan banyak berdoa kepada Tuhan.

Novel ini cocok dibaca untuk semua kalangan. Buat pelajar, orang tua, guru, dosen, sampe pemerintah. Apalagi kalau butuh buku yang tamat dalam sekali duduk. Soalnya kalo kita ambil amanatnya bisa jadi pelajaran untuk semua pihak nih 🤣

.

BTW, novel ini akan difilmkan loh! Menurut kamu filmnya bakal gimana nih? Boleh banget ceritain juga perasaan kamu setelah baca novel ini di kolom komentar.

Sekian review kali ini. Terima kasih sudah membaca ^^


Post a Comment

0 Comments