[Book Review] Silent Parade by Keigo Higashino

Silent Parade by Keigo Higashino
Silent Parade
(Parade Senyap)
karya Keigo Higashino
Detective Galileo Series
978-602-06-8494-9
512 hlm.
Diterbitkan oleh GPU
Cetakan ke-1, September 2025
4/5🌟

Blurb

Seorang gadis populer menghilang tanpa jejak, tulang-tulangnya ditemukan tiga tahun kemudian di puing rumah yang terbakar. Polisi menemukan beberapa bukti yang menunjukkan keterlibatan seorang laki-laki, tapi tak bisa mendapatkan bukti yang membuktikan laki-laki itu sebagai si pembunuh. 

Ini bukanlah kali pertama laki-laki itu lolos dari jerat hukum, nyaris dua puluh tahun lalu dia diseret ke pengadilan karena sebuah kasus pembunuhan, tapi akhirnya dibebaskan karena bukti yang tidak memadai. 

Kusanagi berjanji kepada keluarga korban, keluarga Namiki, untuk terus berusaha mencari bukti yang diperlukan agar pria itu diadili. Tapi tiba-tiba si tersangka ditemukan meninggal. Dan semua orang yang memiliki motif untuk membunuh tersangka memiliki alibi kuat. 

Review

Silent Parade—pembunuhan senyap dalam keriuhan parade.

Mulai baca Silent Parade sejak Januari 2026, lalu selesai dibaca sejak April, tapi apalah daya baru sempat nulis reviewnya sekarang (udah bulan Juni). Jadi, tanpa berlama-lama mari kita bahas novel ke-4 dari serial Detektif Galileo ini!

Btw, jujur kasus dalam buku ini cukup ribet. Jadi, menulis review-nya cukup menantang!

Sekilas Isi Buku

Cerita dibuka dengan kisah keluarga Namiki, mereka punya restoran dan putri sulung bernama Namiki Saori yang sangat dibanggakan. Hingga suatu hari Namiki Saori menghilang. Tiga tahun kemudian, ketika sang putri ditemukan, dia sudah jadi tulang-belulang di puing rumah terbakar.

Yang bikin makin menarik, ternyata kasus serupa pernah terjadi 20 tahun lalu terhadap anak perempuan saat Kusanagi masih jadi polisi muda. Karena pelakunya diduga berkaitan, kasus ini pun diserahkan kepada Kusanagi. Dan benar saja! Pembaca sudah dikasih tau pelaku sejak awal.

Nah, impresi pertamaku jadi: 

Tebal buku lebih dari 500 hlm + pelaku udah dikasih tau di awal = kasusnya ribet! 😆👍

Nah, lebih gong lagi, walau pelakunya udah ketahuan dan ditangkap, tapi malah dibebaskan dong karena kurangnya bukti untuk menetapkannya sebagai pelaku kejahatan.

Gong Banget Pelaku Dibungkam Selamanya

Pembebasan tokoh bernama Hasunuma (sang pelaku), bikin keluarga korban dan orang yang mengenal korban jadi terbakar amarah. Menurut mereka, jika pengadilan tidak bisa menjatuhi hukuman kepada orang yang membunuh Saori, maka mereka-lah yang akan menghukumnya.

Kematian Hasunuma sebagai pelaku bikin alur cerita buku ini makin kompleks! Btw, ini bukan spoiler besar ya. Bagian ini masih tertulis jelas di blurb bukunya 😭👍

Eksekusi Senyap di Balik Kemeriahan Parade

Bagian yang bikin judul buku ini masuk akal. Ternyata di balik kemeriahan parade tahunan di latar cerita ini, ada strategi dan pergerakan sunyi dalam rencana pembunuhan Hasunuma. Terlalu banyak orang terlibat dan bahkan semua orang punya alibi sempurna.

Lagi-lagi kasus yang bikin Kusanagi sakit kepala, tapi menggugah keingintahuan Yukawa. 

Untunglah di sini Yukawa dengan senang hati membantu sahabatnya. Yukawa ikut menyelidiki kasus dengan berinteraksi di restoran Namiki sebagai pelanggan. Senang sekali lihat kerjasama antara Yukawa, Kusanagi, dan Utsumi di sini 🥰.

Ada Plot Twist di Balik Plot Twist

Penyelesaian Silent Parade menurutku sangat mantab. Terbayar sudah jerih payah kesabaran membaca 500 halaman ini 😭 jujur, tragedinya amat sangat disayangkan. Tidak bisa banyak bahas plot twist ya, agar tidak merusak pengalaman membaca.

Meskipun serial ini bisa dibaca dari buku mana pun (karena tiap kasusnya beda), tapi aku sarankan sebaiknya baca Silent Parade setelah kamu baca Kesetiaan Mr. X yaa. Karena ada sesuatu yang hanya bisa kamu rasakan kalau udah baca Kesetiaan Mr. X.

Perpaduan Tiga Buku Keigo

Setelah menyelesaikan buku ini, menurutku Silent Parade tuh perpaduan dari Kesetiaan Mr. X, Salvation of a Saint, dan Tragedi Pedang Keadilan yang dijadiin satu.

Kalau kamu pernah baca ketiga judul buku itu, silakan bayangkan sendiri kasus dan plot dalam buku ini tentu bakal rumit, mumet, mengesalkan, tapi nggak ketinggalan kasih plot twist yang nampol juga. Ada kasih sayang yang menghalalkan segala cara demi yang dicinta, ada dendam yang ingin dibalas, dan ada hukum yang tidak adil.

Oh! Dan untuk pembaca, ada yang harus dibayar dalam menyelesaikan buku ini, yaitu… Kesabaran.

Alur yang lambat menuntut pembaca harus sabar mengikuti ceritanya. Tapi worth it kok. Saranku baca pelan-pelan saja. Nikmati kasusnya wkwk.

Kesimpulan & Rekomendasi

Tentu saja aku sangat merekomendasikan Silent Parade untuk dibaca. Terutama bagi penggemar buku Keigo dan mengikuti serial Detective Galileo. Namun menurutku, buku ini kurang cocok buat yang baru mau kenalan dengan karya Keigo Higashino atau baru mau nyemplung di genre CTM.

Terakhir, ini sedikit catatan yang engga terlalu penting terkait teknis isi bukunya (tapi pengen aku tulis):

  • Ada ketidak-konsistenan dalam penyebutan nama Utsumi Kaoru. Sepanjang baca buku serial Galileo, biasanya ditulis Utsumi, trus di bab belakang ditulis Kaoru tuh bikin kagok sesaat, “Eh, Kaoru siapa?” 
  • Ada typo penulisan nama tokoh juga yang bikin proses baca jadi tiba-tiba berhenti. Misal, nama Kishitani typo jadi Kusanagi (198), lalu nama Masumura typo jadi Hasunuma (hlm 168).

Udah sih itu aja. Sisanya kayak terjemahan pun nggak perlu diragukan. Enak dibacaa dong. Top markotop GPU! 👍

Nah, sekian review dari Silent Parade ini. Buat yang sudah baca dan mau ngeluarin uneg-uneg, boleh banget drop di kolom komentar 😆. 

Terima kasih sudah membaca ^^

Post a Comment

0 Comments